SUARA INVESTIGASI, JAKARTA | Luwu, 15 Desember 2025 — Di sebuah rumah sederhana di Dusun Bantu Lura, Desa Buntu Kamiri, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Zefanya Risna (11) menjalani hari-harinya dalam senyap. Sejak usia sekitar empat tahun, ia harus berjuang melawan epilepsi, penyakit yang perlahan menguras tenaga, waktu, dan ketahanan ekonomi keluarganya.
Zefanya adalah putri dari pasangan Ayyu dan Hasna. Lebih dari tujuh tahun, tubuh kecilnya bergantung pada perawatan intensif. Ia masih terbaring, dengan selang NGT (Nasogastric Tube) terpasang, dan membutuhkan pemantauan medis rutin demi mempertahankan kondisi kesehatannya.
Setiap 10 hari sekali, Ayyu dan Hasna harus membawa Zefanya menempuh perjalanan menuju RSUD Palopo untuk kontrol kesehatan sekaligus pergantian NGT. Meski terdaftar sebagai penerima BPJS Kesehatan Gratis, biaya perjalanan menjadi beban yang tak ringan.
Sekali jalan, ongkos transportasi bisa mencapai Rp250.000, belum termasuk obat-obatan tertentu yang terkadang harus dibeli di luar fasilitas kesehatan. Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, angka tersebut terasa begitu besar.
“Setiap 10 hari kami harus ke Palopo untuk ganti NGT. BPJS memang sangat membantu, tapi biaya transportasi itu yang paling berat. Kadang obat juga harus kami beli sendiri. Kami hanya ingin anak kami bisa sehat seperti anak-anak lain,” tutur Hasna, ibu Zefanya, dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Ayyu, ayah Zefanya, perjalanan panjang ini kerap terasa melelahkan, namun menyerah bukan pilihan.
“Sudah lebih dari tujuh tahun kami jalani. Kalau tidak dibantu keluarga dan tetangga, kami tidak sanggup. Kami hanya berharap ada perhatian, agar anak kami tetap bisa berobat dan bertahan,” ujarnya lirih.
Warga Menunggu Kepedulian Pemerintah Desa
Kondisi Zefanya turut mengundang keprihatinan warga sekitar. Sejumlah warga Dusun Bantu Lura menyampaikan bahwa hingga kini belum ada bantuan yang dirasakan secara langsung dan berkelanjutan dari pemerintah desa bagi keluarga Zefanya.
Tim Media Center Investigasi (Centerinvestigasi.id) telah berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Desa Buntu Kamiri melalui pesan WhatsApp. Namun sampai berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi dari pihak pemerintah desa.
Bantuan Sosial Pernah Diterima
Di sisi lain, Dinas Sosial Kabupaten Luwu melalui Resos Kementerian Sosial menyampaikan klarifikasi terkait bantuan sosial yang telah diterima keluarga Zefanya.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Media Center Investigasi, disebutkan bahwa keluarga Zefanya pernah menerima bantuan ATENSI pada tahun 2022 dari Kementerian Sosial melalui Balai Sentra Wirajaya Makassar bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Luwu.
Selain itu, bantuan kembali disalurkan pada November 2025 dengan nilai Rp2,3 juta, disertai dokumentasi asesmen calon penerima bantuan yang dilakukan langsung di kediaman keluarga Zefanya.
Meski bantuan tersebut sempat meringankan, kebutuhan perawatan jangka panjang membuat keluarga berharap adanya perhatian berkelanjutan, agar Zefanya dapat terus menjalani pengobatan dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik.



















